Dengan berkembangnya teknologi yang kian maju, dan merasuknya internet pada lapisan masyarakat, berkembang pula situs-situs jejaring sosial di kalangan masyarakat luas. Situs-situs tersebut kini sudah sangat menjamur di semua kalangan masyarakat. Mulai dari anak kecil, remaja hingga dewasa menggunakan fasilitas ini untuk berhubungan dengan teman ataupun mengenal teman baru, yang terkadang sulit untuk bertemu secara langsung. Namun penggunaan situs jejaring sosial ini juga mempunyai dampak yang baik dan buruk terhadap perkembangan psikologis pada anak tersebut. Dampak positifnya adalah menjadi lebih mudah berinteraksi dengan pengguna-pengguna lain yang memanfaatkan situs jejaring sosial ini untuk memperluas pergaulan. Bisa juga dijadikan media promosi bisnis atau sebagainya. Sedangkan dampak negatifnya antara lain :
- Menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain di sini, sehingga mengharuskan kita banyak mengeluarkan uang yang mungkin kurang bermanfaat. Kemudian dapat menyebabkan stress yang dibawa penyakit ini yaitu aktivitas otak dan tekanan darah meningkat karena terisolir dari internet,.
- Menyebabkan Computer Vision Syndrome (CVS) yaitu gangguan fungsi mata yang disebabkan oleh radiasi monitor. Sering terjadi rasa nyeri di Punggung penderita karena syaraf di punggungnya terganggu akibat radiasi monitor. Selain itu, berdampak pada sisi-sisi biologis manusia. Di antaranya, mengubah alur kerja gen, menghambat respons sistem imun, tingkat hormon, dan fungsi arteri serta memengaruhi kondisi mental. Buntutnya, hal tersebut potensial meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (semacam kelainan jiwa).
- Mengurangi makna pentingnya komunikasi itu sendiri. Kemampuan sosialisasi manusia makin tergerus, begitu juga dalam memahami bahasa tubuh lawan bicara. ”Ini mungkin mekanisme evolusioner yang menunjukkan kepada kita bahwa hadir bersama dalam satu wilayah geografis itu lebih bermanfaat,” ungkapnya. Sigman menandaskan, ”Pasti ada perbedaan antara kehadiran nyata dan penampakan virtual”. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah bahkan obesitas
- Perilaku berkurangnya aktifitas -berinteraksi langsung secara face to face terhadap orang lain juga dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, struk, penyakit jantung, dan dementia (kepikunan).
Jejaring Sosial seperti Facebook, google+, Twitter dan yang sejenisnya seakan sudah menjadi suatu keharusan bagi remaja Indonesia untuk memilikinya. Bahkan jika tidak memilikinya akan dianggap kurang pergaulan, cupu dan akan dikucilkan dari komunitasnya. Tentu dengan adanya Jejaring Sosial ini pasti mengakibatkan dampak yang positif maupun dampak yang negatif.
Banyak para remaja yang kecanduan untuk menggunakan Jejaring Sosial tanpa mengenal waktu sehingga menurunkan produktifitas dan rasa sosial diantara remaja pun berkurang. Banyak para remaja yang lebih suka berhubungan lewat Jejaring Sosial dibanding dengan bertemu dengan teman-temannya dan yang lebih parah lagi mereka yang kecanduan susah untuk berkomunikasi dengan yang lain. Para pelajar juga lebih sering menggunakan waktu mereka untuk bermain game yang ada pada salah satu Jejaring Sosial. Jejaring Sosial juga digunakan untuk bisnis prostitusi. Banyak remaja yang tergiur karena pengaruh dari lingkungannya yang memang ada yang sudah terjun ke dunia hitam dan juga menawarkan keuntungan yang sangat menjanjikan. Remaja yang sedang labil apalagi suka bermimpi hidup mewah dengan mudah serta berasal dari keluarga yang berantakan mudah untuk terjerumus dalam prostitusi di Jejaring Sosial ini
Solusi yang pertama kali adalah berusaha untuk membatasi diri, dimana jika kalian sudah kecanduan Jejaring Sosial, maka harus membatasi waktu aksesnya, mulai kurangi bermain game dan update status. Mulai mencari kesibukan yang lain misal seperti bermain bersama teman-teman dalam dunia nyata, ikut organisasi maupun mengerjakan tugas kuliah. Bagi remaja putri hendaknya dapat lebih waspada jika berkenalan dengan orang asing di Jejaring Sosial, entah itu dari teman kalian atau terlebih hanya orang yang asal ingin berkenalan. Jangan mudah percaya akan rayuan serta kata-kata manisnya. Jangan mudah bertemu langsung kalau memang sangat ingin maka ajaklah teman-teman kalian dan jangan di tempat yang sepi.
Peran orang tua sangatlah penting, walau orang tua tidak menggunakan Jejaring Sosial, tetapi orang tua harus lebih menjaga lingkungan dan pergaulan anak-anaknya dibantu dengan sahabat-sahabat terdekatnya sehingga jika ada perilaku dari anaknya tersebut berbeda, maka orang tua harus tanggap dan mencoba menghubungi sahabat-sahabatnya agar tidak lebih berlanjut.
No Response to "Pengaruh Jejaring Sosial"
Leave A Reply