Setelah sebelumnya membaca artikel Manfaat Daun Sirsak, berikutnya akan disampaikan cara membuat ramuan herbal daun sirsak.
- Ambil 10-15 lembar daun sirsak yang masih segar dan berwarna hijau tua lalu cuci hingga bers
- Siapkan 3 gelas air putih bersih
- Rebus daun sirsak dengan air tersebut hingga kira-kira air sekitar tinggal 2 gelas saja
- Minum sisa air rebusan tersebut 2 kali sehari sebagai ramuan herbal
Manfaat Daun Sirsak untuk Kanker
10 lembar daun sirsak yg tua direbus dengan 3 gelas
air hingga tersisa 1 gelas, minum 2 kali per hari selama 2 minggu. Daun sirsak
ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun
sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang
tumbuh normal
Manfaat Daun Sirsak untuk Sakit Pinggang
20 lembar daun sirsak, direbus dengan 5 gelas air
sampai mendidih hingga tinggal3 gelas, diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.
Manfaat Daun Sirsak untuk Bayi Mencret
Buah-sirsak yang sudah masak. Buah sirsak diperas
dan disaring untuk diambil airnya, diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak
2-3 sendok makan.
Manfaat Daun Sirsak untuk Ambeien
Buah sirsak yang sudah masak. Peras untuk diambil
airnya sebanyak 1 gelas, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
Manfaat Daun Sirsak untuk Bisul
Daun sirsak yang masih muda secukupnya, tempelkan
di tempat yang terkena bisul.
Manfaat Daun Sirsak untuk Anyang-anyangen
Sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya.
Sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2
gelas, disaring dan diminum.
Manfaat Daun Sirsak untuk Sakit Kandung Air Seni
Buah sirsak setengah masak, gula dan garam
secukupnya. Semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak. Dimakan biasa, dan
dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.
Manfaat Daun Sirsak untuk Penyakit Liver
Puasa makanan lain, hanya minum juice sirsak selama
1 minggu
Manfaat Daun Sirsak untuk Eksim dan Rematik
Tumbuk daun sirsak sampai halus dan tempelkan di
bagian yang sakit
Manfaat Bunga sirsak
Bunga sirsak dapat digunakan utk menyembuhkan
katarak tapi bagaimana penggunaannya saya belom tau. Kalo saya sudah dapatkan
resepnya akan saya tambahkan di sini.
Ekstrak sirsak merupakan cara yang sangat sederhana
untuk mengobati kanker, mengingat kanker adalah penyakit yang sangat berbahaya
bagi kita bahkan menyebabkan kematian, tidak ada salahnya bagi seseorang yang
menderita kanker selain melakukan pengobatan kemoterapi secara modern juga
mencoba ramuan kemoterapi tradisional dari daun sirsak ini karena kesehatan
tubuh adalah jenis dari kesehatan tubuh kita yang utama
"Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi olahan
daun sirsak sebagai pengobatan terhadap kanker atau tumor, sebaiknya
konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau herbalis tempat Anda selama
ini melakukan pengobatan. Sebab, dikhawatirkan Anda mempunyai alergi terhadap
sirsak atau obat yang selama ini Anda konsumsi berefek terbalik dengan senyawa
dalam daun sirsak," jelas Stefanus, herbalis dari Herbacure, dalam
pemaparannya.
Cara pengolahan
Lebih lanjut, Stefanus dan Darmawan Tri Wibowo,
ahli budidaya tanaman sirsak dari Taman Wisata Mekarsari memaparkan cara
pengolahan daun sirsak untuk herbal pencegah kanker, berikut ini:
- Pada pengobatan kanker, daun sirsak (10-15 lembar) direbus dengan 3 gelas air (600 cc) hingga tersisa 1 gelas air rebusan. Pada saat merebus sebaiknya menggunakan kendi atau panci yang terbuat dari tanah liat agar kemurnian zat yang ada pada daun sirsak tetap terjaga. Air rebusan diminum selagi hangat setiap hari, pagi atau sore hari selama 3-4 pekan. "Perlu diperhatikan, pengambilan daun sirsak sebaiknya dimulai dari daun ke-4 atau ke-5 dari ujung pucuk. Hal ini dikarenakan pada daun yang terlalu muda, senyawa belum banyak terbentuk. Sementara pada daun yang tua sudah mulai rusak sehingga kadarnya berkurang," terang Darmawan.
- Selain teknik pengolahan di atas, secara umum terdapat pengolahan lain daun sirsak, yaitu dengan memanfaatkan daun sirsak kering 10-15 lembar direbus dengan 2 gelas air (400 cc) sehingga tersisa 1 gelas air rebusan. Proses perebusan membutuhkan waktu 1-1,5 jam saja, jadi lebih cepat prosesnya dibanding cara di atas. Proses pengeringan sebaiknya tidak dilakukan di bawah sinar matahari terik karena dikhawatirkan akan merusak senyawa dalam daun sirsak. "Daun sirsak kering memiliki senyawa yang tetap sama dengan daun sirsak basah karena yang berkurang dalam proses pengeringan hanya kadar airnya. Sementara, senyawa dalam daun tetap terjaga. Penyimpanan daun sirsak dalam lemari pendingin maksimal sepekan sejak pemetikan karena proses pendinginan yang lama dikhawatirkan akan merusak senyawa dalam daun selain aroma daun yang tidak enak karena proses fermentasi," papar Darmawan.
- Konsumsi daging buah sirsak segar (150-250 gr/hari) dengan mengolahnya menjadi jus atau dimakan langsung sangat disarankan. Daging buah sirsak selain sebagai penambah energi (pada umumnya penderita kanker/tumor kondisi badanya lemas /lesu) juga kaya serat yang sangat membantu proses pengeluaran sel-sel kanker yang telah mati akibat penyembuhan oleh senyawa acetogenins. Ekskresi sel kanker yang mati bisa melalui keringat, urine, dan feses sehingga umumnya terapi menggunakan herbal daun sirsak sebagai pengobatan akan berefek hangat/panas pada bagian tubuh yang sakit, sering kencing, dan berkeringat deras. Cepat lambatnya reaksi tubuh terhadap penggobatan atau efek samping pengobatan berbeda pada setiap orang dipengaruhi oleh faktor, seperti usia, ketahanan tubuh penderita, tingkat stadium kanker/tumor, dan jenis kanker atau tumornya.
- Pengolahan daun sirsak lainnya yaitu dengan cara memblender 3-5 lembar daun sirsak basah dengan menambahkan ¼ gelas air (50 cc) air hangat untuk membantu proses penghancuran. Sebelum diblender, daun sebaiknya dipotong menjadi 3-4 bagian agar lebih cepat hancur. Setelah hancur, masukkan daun ke wadah dengan penutup rapat, lalu tambahkan 1 gelas air panas ke dalamnya dan aduk sampai rata.
- Tutup wadah dengan rapat agar panas tetap terjaga dan proses ekstraksi senyawa dapat maksimal. Biarkan selama 15-20 menit, setelah itu saring olahan untuk diambil airnya dan minum selagi hangat. Bila tidak ada blender, pengolahan daun sirsak bisa juga dengan cara digerus menggunakan cobek dengan teknik pengolahan yang sama dengan cara diblender. "Pengolahan dengan cara diblender atau digerus tidaklah semaksimal ekstraksi senyawa daun sirsak dibandingkan dengan teknik pertama (perebusan daun basah) dan teknik kedua (perebusan daun kering), tetapi lebih efisien. Hasil olahan pada kedua teknik umumnya beraroma langu yang cukup menyengat. Untuk menekan aromanya bisa ditambahkan sedikit perasan buah nanas atau buah lain yang lebih disukai. Dan jangan menambahkan gula aren murni, madu, atau gula pasir bila rasanya tidak Anda sukai, karena sudah melalui proses kimiawi," terang Stefanus.
Reaksi pengobatan
Reaksi pengobatan menggunakan olahan daun sirsak
umumnya bereaksi setelah 3-7 hari setelah pengobatan secara rutin 3 kali sehari
meskipun ada juga yang baru bereaksi setelah 1 bulan konsumsi rutin. "Bila
reaksi tidak ada, cek kembali secara detail, mulai dari pemilihan alat dan
bahan, teknik pengambilan daun, cara pengolahan, bahkan teknik konsumsinya
apakah rutin atau tidak, karena semua merupakan satu kesatuan yang wajib
dipenuhi agar hasilnya maksimal," saran Stefanus.
Ia menambahkan, cek kondisi penyakit Anda sebelum
pengobatan dan periksa kembali dua pekan setelah pengobatan untuk melihat
sejauh mana reaksi pengobatan dengan metode ini. Bila tidak ada pengaruh selama
dua bulan konsumsi, padahal sudah menjalankan pengolahan dengan benar, maka
pengobatan dengan olahan daun sirsak ini bisa ditingggalkan.
"Untuk penderita maag yang khawatir asam
lambungnya naik karena konsumsi buah
sirsak yang agak asam, sebaiknya mengonsumsi buah 1 jam setelah makan. Bila
menderita sakit maag yang cukup akut, konsumsi buahnya bisa dilakukan dengan
cara mengukus daging sirsak terlebih dahulu agar rasa asam berkurang.










